Selasa, 24 Oktober 2017

Optimalisasi Pemanfaatan Pipa Distribusi serta Persediaan Material & Alat Bantu Kerja Jaringan Distribusi Gas Bumi di Sidoarjo Jawa Timur

Pada Ahir Oktober tahun 2017 ini PT Noorel Idea melakukan pemetaan jalur pipa di daerah Sidoarjo Jawa Timur. Survey lapangan area Sidoarjo dilakukan dengan tujuan untuk pemetaan jalur pipa eksisting, pengecekan Sambungan Rumah (SR) dan Sambungan Kompor (SK) pelanggan, dan melihat kondisi regulator sektor (RS) untuk persiapan gas in. Selain itu survey juga dilakukan dengan tujuan untuk berkoordinasi dengan BUMD atau pengelola jaringan gas, terkait dengan ijin kerja yang harus dilengkapi PT Noorel Idea sebagai kontraktor di area Sidoarjo. Survey lapangan dilakukan pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2017 dengan personil dari PT Noorel Idea dan City Gas sebagai pengelola jaringan gas di wilayah Sidoarjo.
  • Pembagian area jaringan gas terdiri dari :
  • Jargas Sidoarjo 1 yang terdiri dari Ngingas (7 sektor) dan Wedoro (5 sektor). Semua area sudah gas in.
  • Jargas Sidoarjo 2 yang terdiri dari Tambaksawah (4 sektor) dan Medaeng (5 sektor). Semua area sudah gas in.
  • Proyek 2012 yang terdiri dari Kalidawir (3 sektor), Gempol Sari (1 sektor), Kalitengah (2 sektor), Ngaban (1 sektor), dan Kludan (1 sektor). Semua area sudah Gas In kecuali area Gempol Sari yang akan menjadi area kerja PT Noorel Idea dalam pekerjaan ini.
  • Proyek 2014 yang terdiri dari Kalidawir (1 sektor), Kedung Banteng (3 sektor), dan Putat (3 sektor). Semua area sudah gas in.
  • Jumlah pelanggan untuk area Gempol Sari sebanyak 348 pelanggan
  • Area Gempol Sari sudah terpasang semua Sambungan Rumah (SR) dan Sambungan Kompor (SK) nya
  • Pipa induk menggunakan pipa diameter 125 mm dari MRS, dan keluar dari RS menggunakan pipa diameter 90 mm. Masuk ke gang area pemukiman warga menggunakan pipa diameter 63 mm. Sambungan rumah tapping langsung menggunakan pipa diameter 20 mm.
  • Perijinan untuk melakukan pekerjaan perbaikan langsung ditujukan ke lingkungan warga melalui Desa/Kelurahan, RW, dan RT setempat.
  • Survey kondisi RS Gempol Sari, kondisi bagus, struktur masih bagus dan kuat, secara keseluruhan kondisi instrumen masih baik hanya perlu dilakukan penggantian untuk Pressure Gauge outlet 15 Psi.
  • Dari MRS ke RS, pipa melewati Zinker sungai sepanjang +/- 34 meter.


Perbaikan Jaringan Pipa Gas di 6 Kota

Pada bulan Oktober 2017, ini PT Noorel idea mengerjakan perbaikan jaringan gas bumi yang berada di 6 lokasi. Dimulai dari Kabupaten Bekasi, kemudian Kabupaten Subang, saat ini team sedang memulai survey titik titik lokasi dimana perlu adanya perbaikan jaringan gas yang bocor ataupun harus ada pergantian komponen.menyusul 4 kota berikutnya.
Perbaikan Jaringan pipa gas di 6 kota kabupaten diantaranya :
  1. Kabupaten Lhohseumawe
  2. Kabupaten Organ Ilir
  3. Kabupaten Bekasi
  4. Kabupaten Subang
  5. Kabupaten Sidoarjo
  6. Kabupaten Bulungan
Pekerjaan perbaikan Jargas ini dilakukan dengan memperhatikan kepentingan umum di sekitar pekerjaan dengan menghindari dampak kerusakan-kerusakan atau gangguan-gangguan yang menyembabkan keselamatan umum, keamanan, ketertiban, kebersihan dan kelancaran lalu lintas
Pekerjaan Perbaikan Jargas dilakukan meliputi pengujian, perbaikan, pengadaan material dan alat bantu kerja, pemindahan intalasi yang tidak dimanfaatkan oleh pelanggan rumah tangga serta penambahan Pelanggan Kecil, Yaitu;
  • Pengadaan material dan alat bantu kerja dalam rangka pengoperasian jargas sesuai dengan ketentuan serta persetujuan dari PTGN.
  • Pengujian kehandalan insfrastruktur (pre-test) dengan cara pneumatic test dari sistem perpipaan, terdiri dari dari jaringan Distribusi, Sambungan Rumah Pelanggan termasuk untuk memastikan setiap sambungan instalasi dapat menyalurkan gas sampai dengan ke keranan akhir (valve) pelanggan.
  • Perbaikan infrastruktur sistem
  • Perbaikan dan penambahan Instalasi Pelanggan Rumah Tangga
  • Flushing/blowing untuk membersihkan saluran pipa dari kotoran-kotoran dan air.
  • Purghing (Nitrogen) untuk keperluan precommissioning sebelum real gas dimasukan kedalam sistim
  • Penambahan Sistem Jaringan Kecil (PK) agar penyerapan gas oleh Pelanggan dapat Optimal.
  • Melakukan pemindahan instalasi Pelanggan RumahTangga existing yang tidak memanfaatkan kepada pelanggan yang menginginkan gas melalui pipa sesuai dengan data dari PTGN.
  • Perbaikan (rekondisi) dan penggantian di lokasi Regulator Sektor.
Dalam penyaluran gas sangat diperlukan kehandalan jaringan pipa distribusi dengan tidak adanya kebocoran ataupun kerusakan peralatan sehingga gas yang disalurkan benar benar dapat dimanfaatkan dengan maksimal selain itu juga faktor keselamatan adalah tujuan yang paling utama untuk menekan resiko kecelakaan.

Senin, 09 Oktober 2017

Bidik Bisnis Gas Bumi, PLN Bakal Bangun 7 Terminal LNG

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membidik bisnis gas bumi. Untuk mendukung hal tersebut, PLN tengah merencanakan pembangunan 7 terminal gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).
 Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik, Jawa Timur.
Rencana pembangunan 7 terminal LNG yang akan digarap perseroan dalam waktu dekat. PLN akan membangun 3 unit fasilitas regasifikasi gas terapung atau floating storage regasification unit (FSRU) di kawasan Sumatera bagian utara, Muara Tawar Jakarta, dan Gorontalo.

"Kalau di (Sumatera Utara) itu kan ada PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) unit 3 dan 4. Jadi Kami sedang lihat mana yang lebih optimal (biaya produksi)," ujar Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Nicke Widyawati dalam keterangan resmi, Selasa (12/9/2017).

Selain FSRU, demi menjamin ketersediaan pasokan bahan baku gas untuk sejumlah pembangkitnya PLN juga tengah mengkaji pembangunan 5 fasilitas penyimpanan LNG terapung atau floating storage unit (FSU) dan 1 terminal LNG.

Adapun wilayah yang akan menjadi target pembangunan mencakup kawasan Indonesia bagian tengah, Bangka Belitung, Pontianak, Nias, Maluku dan Gresik. Di samping itu, PLN juga bakal membangun 2 jaringan pipa gas di wilayah Tanjung Batu, Riau.

Nicke menjelaskan, semua proyek itu masih dalam tahap kajian. Rencana masuknya PLN ke bisnis gas tak lepas dari strategi manajemen dalam menyiasati tingginya biaya pokok produksi (BPP) listrik.

Sebab, PLN mengaku kerap memperoleh harga gas yang tinggi dari pemasok. Salah satunya ialah pasokan gas bumi di wilayah Sumatera Utara yang dibutuhkan PLN untuk mengoperasikan PLTGU Belawan.


sumber : kompas.com


writer : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Alamat PT Noorel Idea

Address: Gd. Manggala Wanabakti Blok IV Lt 2 no 207A & Lt 3 no 309 Senayan Jakarta Pusat.


Phone:
021-5703246 Ext.5346 Fax.021-5747055
 

Selasa, 03 Oktober 2017

PT NOOREL IDEA : Energi Berkelanjutan untuk Semua

Sebuah artikel menarik Dari Wikipedia bahasa Indonesia,tentang Energi Berkelanjutan untuk Semua

Energi Berkelanjutan untuk Semua atau yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan Sustainable Energy for All (SE4ALL) adalah sebuah inisiatif global yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon untuk mencapai akses energi universal, meningkatkan efisiensi energi, dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Inisiatif ini diluncurkan bersamaan dengan dicanangkannya tahun 2012 sebagai “Tahun Internasional tentang Energi Berkelanjutan untuk Semua” oleh Majelis Umum PBB pada Desember 2010.

Latar Belakang

Resolusi Majelis Umum PBB nomor 65/151, yang disetujui pada 20 Desember 2010, mencanangkan tahun 2012 sebagai Tahun Internasional tentang Energi Berkelanjutan untuk Semua.[1] Pencanangan ini dilakukan sebagai pengakuan atas semakin pentingnya energi dalam pembangunan ekonomi dan dalam mitigasi perubahan iklim. Upaya pencanangan ini juga diupayakan dapat mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk dalam isu-isu pengolahan energi dan pembangunan yang sudah dilakukan selama ini.
Ban Ki-moon telah memasukan energi terbarukan sebagai salah satu dari lima prioritas yang menjadi panduan kerja periode keduanya sebagai Sekretaris Jenderal PBB. Pada bulan Juni 2009, ia membentuk Dewan Penasihat Sekretaris Jenderal untuk Energi dan Perubahan Iklim atau yang dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Secretary-General’s Advisory Group on Energy and Climate Change (AGECC), yang telah mempublikasikan laporan finalnya pada 28 April 2010.[2] Rekomendasi yang ada pada laporan ini menjadi dasar dari diluncurkannya inisiatif Energi Berkelanjutan untuk Semua pada tahun 2011.

Tujuan

Inisiatif Energi Berkelanjutan untuk Semua dimaksudkan untuk menarik perhatian dunia dan juga komitmen masyarakat umum dan pihak swasta, dalam mewujudkan tiga tujuan yang harus dicapai pada tahun 2030, sebagai berikut:
  • memastikan akses universal untuk pelayanan energi modern;
  • peningkatan efisiensi energi sebanyak dua kali lipat; dan
  • peningkatan jumlah energi terbarukan sebanyak dua kali lipat pada keberadaan energi global.

Aktivitas

Beberapa aktivitas telah dilakukan, di dalam maupun di luar sistem PBB, yang diantaranya adalah:
  • Komite Koordinasi Nasional, dipimpin oleh Program Pembangunan PBB (UNDP), komite nasional dan penghubung negara yang dikumpulkan untuk mendorong berbagai aktivitas dan program di lapangan;
  • Jaringan Praktisi Akses Energi, dipimpin oleh Yayasan PBB, di mana jaringan global ini akan menjadi perkumpulan praktisi yang bekerja untuk meningkatkan akses untuk pelayanan energi modern;
  • Energi+, dipimpin oleh Pemerintah Norwegia, di mana merupakan inisiatif energi dan iklim internasional yang mendukung inisiatif Energi Berkelanjutan untuk Semua dengan mengkoordinasikan berbagai tindakan praktis di lapangan, dengan menggunakan pendekatan orientasi pada hasil.
  • Inisiatif Iklim Paris-Nairobi, dipimpin oleh Pemerintah Perancis dan Kenya, yang diluncurkan pada bulan April 2011 dengan fokus utama akses energi.[3]